Selasa, 27 Januari 2015

Penemu Prototipe iPhone 4 di Bar Memberikan Pengakuannya

via Gizmodo
via Gizmodo
Masih ingat dengan kasus diketemukannya prototipe iPhone 4 pada tahun 2010 silam? Brian Hogan, si penemu iPhone tersebut, mengadakan sesi AMA (Ask Me Anything) di Reddit, terkait keterlibatannya dalam hal tersebut.
Dalam publikasi tersebut, ia mengungkap beragam hal mulai dari pengaduannya ke Apple yang berbuah tertawaan, dan perihal pembayaran dendanya ke pengadilan terkait tuntutan Apple.
Berikut sedikit kutipannya:
First Sage contacted Apple to tell them that we think we might have it, and after they blew him off he started contacting different tech blogs to see if they wanted to meet in person and look at the phone (for money). The people at Gizmodo took us seriously, we met, and, they thought it was real too. About a month after that first meeting Gizmodo posted the article leaking the phone.
Brian Hogan sendiri kemudian menjual iPhone tersebut ke Gizmodo dengan harga $5,000.
Saat itu, Gray Powell, software engineer Apple yang tengah mabuk, meninggalkan prototipe iPhone 4 di WC salah satu bar di San Fransisco. iPhone itu sendiri diketemukan oleh Brian Hogan.

Tempat Kumpul Kaula Muda

Menikmati kota Jakarta sambil nongkrong nongkrong dan kongkow bersama teman memang cukup bisa membuat kita fresh apalagi lokasi kumpul dan nongkrong tersebut lumayan strategis dan dekat dengan tempat makan yang enak. Biasanya lokasi nongkong tadi sudah menyediakan tempat jual makanan dan minuman yang lumayan murah, jadi anda tidak perlu repot. Sebenarnya Seven eleven di setiap sudut Jakarta sudah cukup bagus, disana juga sering ada live music dan free wifi pastinya. Biasanya, hampir tempat untuk kumpul anak muda dan tempat tongkrongan mengadakan live musik dan juga menyediakan gratis wifi, bahkan ada juga yang buka 24 jam.

Sebenarnya banyak tempat nongkrong di daerah Jakarta dan bisa dimana saja, masing masing wilayah seperti Jakarta Pusat, utara, selatan, timur dan barat pasti ada tempat tersendiri untuk nongkrong bersama sahabat kental anda. Diantaranya sudah admin post di artikel tempat romantis di jakarta dan juga tempat di jakarta yang wajib dikunjungi. Daerah kemang jakarta selatan biasanya banyak lokasi tongkrongan anak muda, tapi kebanyakan tidak murah sob. Berikut daftar tempat nongkrong yang enak dan murah di Jakarta dan sekitarnya, dan dijamin anda akan puas dengan tempat tersebut. 

Waroeng Steak and Shake

1. Waroeng Steak and Shake

Waroeng Steak and Shake berdiri serta jadikan kesempatan bisnis yg layak karena stigma tinggi harganya yg telah sangatlah menempel pada masakan eropa kayak steak. Konon steak cuma dapat di nikmati oleh kelompok menengah ke atas, dari sinilah pada akhirnya muncul ide untuk membikin steak bersama price yg terjangkau oleh kocek mahasiswa serta orang-orang menengah kebawah. Pada akhirnya pada 4 September th. 2000 berdirilah outlet yg bernama Waroeng Steak and Shake di jalan Cendrawasih Demangan Yogyakarta.

2. Warung Abang Adek

Warung Abang Adek
Apabila Kamu pengagum masakan pedas, jadi Kamu harus menyambangi ini. Karena sangat pedasnya, racikan mie instan dari warung ini betul-betul nonjok lidah serta kamu juga ditanggung bakal menggaruk tembok. Diantara hal menyenangkan dari Warung Abang Adek yakni, pemiliknya menghidangkan tingkat kepedasan untuk tiap-tiap menu yg dipesan customer. Nih saksikan saja tingkatan kepedasan menunya, dari mulai pedas yg tengah, pedas garuk, pedas hilang ingatan, sampai pedas dapats.

3. Roti Bakar 88

Roti Bakar 88
Roti Bakar 88 jual beragam jenis roti bakar, pancake, camilan serta minuman menyenangkan yang lain. Tempat ini senantiasa ramai di kunjungi serta sudah mempunyai banyak cabang!

Cab :ang Tangerang dan Tangerang Selatan

a. Kotabumi, Jl Kotabumi Raya (depan Giant Kotabumi). Telp (021) 9728 7974
b. Granada Square Blok I No. 41 – 42 Kencana Loka, BSD (Seberang Cluster Chrysant I). Telp 0878 8639 7000
c. Pamulang Jl. Surya Kencana No. 12, Pamulang Permai (Dekat Kampus Pamulang). Telp (021) 6080 2553
d. Jl Mendut Raya no 15, Perumnas II (Harkit) Karawaci Tangerang. Telp (021) 6030 2105
e. Poris Tangerang, di depan gerbang Perum Poris Indah serta Alfamidi Poris. Telp (021) 4165 6291

Cabang Jakarta

- Dadap Palma Sport Center Jl. Raya Dadap – Kosambi No. 8 (Depan Komplek Sentra Kosambi). Telp (021) 7096 2599
- Taman Palem Lestari Ruko Taman Palem Blok CC 1/7 (Dekat Gerbang Citra 6). Telp 0812 9390 739
- Tanjung Duren Jl. Tanjung Duren Raya No. 15A (Samping Salon Hadisuwarno). Telp 0818 291 976

Cabang Bogor

Jl. Alternatif Sentul No. 5 Cibinong Bogor. Telp (021) 9424 8895

Roti Bakar 88 telah banyak cabang, diluar Jakarta juga ada. Jadi enak jika ingin ke tempat yg mana saja. Namun yg paling ngetop di cabang pertama Market Lama, Tangerang.

4. Kedai Ini Teh Kopi
Kedai Ini Teh Kopi
Kedai ini baru didiriin akhir th. 2012 lantas, namun telah lumayan ngetop lantaran memanglah tempatnya yg strategis serta menunya yg unik, yakni Kopi Duren serta Gengsot. Nah di Kedai ini dapat ada Indomie pedes nya, namanya Indomie JUDES. Mantab!. Kedai Ini Teh Kopi terdapat di Jalan Arteri Kelapa 2 No 90 B, Jakarta Barat(Sederetan bersama Raja Buah serta Holland Bakery). Jika agan-agan dari ITC Permata Hijau, lurus selalu ke arah Jalan Panjang, lewatin 2 kali lampu merah, sesudah jembatan busway Kedai Ini Teh Kopi ada di samping kiri.

Manfaat Bergaul Dengan Teman

Kalau anak usia sekolah atau remaja Anda meminta izin ke mal bersama teman sebayanya, atau ke tempat umum lainnya, bagaimana respons Anda selaku orangtuanya? Mengizinkan anak bergaul bersama teman sebaya di luar rumah, termasuk jauh dari rumah seperti ke mal ternyata punya sejumlah manfaat bagi anak.

* Ajang memastikan identitas diri
Anak bisa melihat apakah dirinya populer di lingkungan teman-temannya atau tidak. Sebab, yang terlibat jalan bareng teman adalah anak-anak yang sudah terpilih di dalam peer group-nya. Untuk terpilih di dalampeer group biasanya harus memiliki persyaratan tertentu. Jika anak terpilih berarti ia sudah diterima di lingkungan peer group-nya dan ini bisa Membuat anak lebih percaya diri, ia pun akan lebih memahami identitas dirinya.

* Meningkatkan kemampuan berinteraksi dan ikatan pertemanan.

Banyak hal yang bisa dilakukan saat jalan bareng teman, mereka bisa tukar pikiran, sharing, saling membantu, saling mengingatkan, dan lainnya. Secara langsung hal ini akan meningkatkan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial. Kegiatan ini pun akan meningkatkan kemampuan anak dalam ikatan pertemanannya.

* Memenuhi kebutuhan otonomi
Saat jalan bareng teman, anak bisa dan bebas menentukan sendiri apa yang ia mau. Hal ini membuatnya senang karena otonominya saat itu digunakan dengan lebih leluasa, bebas dari aturan yang mungkin menurutnya mengekang. Selama hal tersebut wajar, tidak masalah.

* Memperkaya pengalaman
Pengalaman anak terhadap dunia luar akan meningkat. Misalnya, ketika menonton film di bioskop, ia tahu banyak informasi yang di sajikan di film tersebut; ketika makan di restoran, ia jadi tahu bahwa makanan di restoran berbeda dari masakan di rumah; ketika bermain di game zone, ia tahu situasi dan kondisinya yang begitu ramai dan riuh; ia juga bisa bertemu dengan berbagai karakter orang beserta gaya dan model berbusananya; ia tahu apa saja yang sedang tren pada saat itu, dan banyak lagi.

Politik Pencitraan

Presiden SBY selalu cepat merespon keluhan masyarakat. Namun respon tersebut tidak langsung terealisasi dalam bentuk solusi karena SBY terjebak permainannya sendiri berpolitik citra.

"Pemerintahan Presiden Yudhoyono terperangkap pada politik pencitraan. Yakni pencitraan tentang keseriusan Presiden, pencitraan bahwa Pemerintah bekerja keras, dan pencitraan bahwa kebijakan Pemerintah berpihak kepada rakyat," ujar Pengamat Politik LIPI Syamsudin Haris.

Hal itu dikatakan Syamsuddin dalam Seminar Nasional Sehari "Membangun Rumah Indonesia, Memihak Bangsa Sendiri" di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Syamsuddin menyampaikan, yang dilakukan SBY itu justru menghambat langkahnya dalam mensejahterakan rakyat. Krisis tabung gas misalnya, belum juga dituntaskan oleh Pemerintah.

"Indikasi paling jelas bahwa komitmen Presiden Yudhoyono hanya pada tingkat wacana atau pidato belaka yang tampak dalam penegasan komitmennya tentang kebijakan Pemerintah pro rakyat," kritik Syamsudin.

Kelambanan SBY mengambil keputusan dirasakan Syamsudin justru semakin menyusahkan rakyat. Kenaikan BBM yang ditunda-tunda justru mengakibatkan kelangkaan stok karena ulah usil pengusaha.

"Sehingga membuka peluang bagi para spekulan BBM untuk memanfaatkan situasi ketidakpastian dan akhirnya berdampak pada kesulitan yang dihadapi rakyat," terang Syamsudin.

Selain itu, Syamsudin menyampaikan, kecenderungan yang sama juga berlangsung di bidang pangan dan pertanian. Dalam berbagai kesempatan Presiden SBY mengatakan pemerintahannya memberdayakan petani dan pro pertanian.

"Tapi secara faktual, kebijakan terhadap komoditas beras misalnya, keberpihakan Pemerintah belum tampak. Pemerintah kita hanya menerapkan tarif impor 30 persen, sehingga petani kita megap-megap terus," keluhnya.

Sumber: Detik.

Apa yang bisa dipelajari dari Kongres II Partai Demokrat? Jika ingin digambarkan maka bisa diwakilkan dalam satu kalimat yakni kalahnya politik pencitraan dengan pendekatan kultural.

Andi Mallarangeng yang begitu menggebu-gebu sejak mendeklarasikan pencalonannya beberapa bulan lalu, kalah telak pada pemungutan suara pemilihan ketua umum Partai Demokrat di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Minggu.

Perolehan suara Andi kalah jauh dibanding dua saingannya, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.

Padahal, jika masyarakat dan peserta kongres melihat baliho dan spanduk yang ditebarkan Andi di penjuru Kota Jakarta, Bandung dan di arena kongres, tentu bisa menggetarkan lawan.

Tidak hanya baliho dan spanduk, kubu Andi juga "menyerang" dengan iklan di televisi. Bila melihat komposisi pemilih, pilihan iklan di televisi kurang mengena karena para pemilih bukanlah masyarakat umum, tetapi audiens terpilih, yakni pengurus cabang (DPC) dan pimpinan daerah (DPD).

Mereka adalah pemilih cerdas yang menjatuhkan pilihan atas pemikiran rasional, bukan terpedaya dengan iklan.

Bukan hanya melalui baliho dan iklan, kubu Andi yang didukung oleh lembagapencitraan profesional, Andi juga menarik Edhie Baskoro atau Ibas, yang juga putra bungsu pasangan Susilo Bambang-Yudhoyono, ke jajaran tim pendukungnya. Ibas digadang-gadang ke mana saja Andi berkampanye.

Lalu tersebar info bahwa Cikeas mendukung Andi dan itu dipresentasikan oleh kehadiran Ibas di kubu Andi.

Namun, lihatlah kenyataannya. Andi kalah telak pada pemilihan ketua umum putaran pertama.

Pemilihan ketua umum putaran pertama menghasilkan 236 suara (45 persen) untuk Anas Urbaningrum, 82 suara (16 persen) untuk Andi Malarengeng dan 209 suara (40 persen) untuk Marzuki Alie. Sejumlah 2 suara tak sah dan dua peserta tidak menggunakan hak suaranya.

Karena tak ada yang meraih 50 persen plus 1 suara, maka diadakan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh Anas dan Marzuki.

Semua upaya di atas mungkin merupakan perhitungan matang dari kubu Andi bahwa dia, meski populer di kalangan masyarakat sebagai Juru Bicara Presiden selama lima tahun, tetapi tidak dekat dengan pengurus DPC dan DPD.

Dia seperti menara gading yang terlihat bagus dari jauh tetapi terasing dari kader dan pengurus Demokrat di daerah. Mungkin jika dia tidak melakukan upaya pencitraan, iklan di televisi, baliho, spanduk dan pernyataan di pers secara intensif, suara yang diperolehnya kurang dari 82.

Perlu Solusi Ekstrim Untuk Macet dan Banjir di Jakarta

1354170999227191241
Banjir & Macet Di Seputaran Mangga Dua Square-Jakarta Utara (Dok. Pribadi)
Persoalan banjir dan macet bagi penduduk Jakarta sangat mempengaruhi produktifitas dan kualitas hidup mereka. Bayangkan saja jarak tempuh yang seharusnya bisa dilalui dalam hitungan menit bisa menjadi berjam-jam apabila terjadi kemacetan dan banjir. Dampak ekonomi jelas sangat terasa ketika dua hal tersebut terjadi. Misalnya kegiatan eksport dari Kawasan Berikat Nusantara Marunda menuju pelabuhan Tanjung Priuk harus ditempuh berjam-jam, sehingga mengurangi ritase yang semestinya bisa dilakukan. Selain sang supir yang dirugikan karena harus mengeluarkan biaya lebih karena macet dan banjir tersebut, juga dari sisi perusahaan sangat dirugikan oleh faktor eksternal tersebut.
Memang kini jalan khusus angkutan eksport-import dari dan menuju pelabuhan Tanjung Priuk sedang dalam proses pembangunan, sehingga nantinya tidak ada lagi campur baur dengan kendaraan pribadi dan penumpang. Tetapi membangun jalan bukanlah solusi tepat untuk mengatasi persoalan kemacetan, karena pada akhirnya ketika pembangunan fisik jalan terus menerus dilakukan maka diujungnya kita akan mendapati musibah banjir, karena akan semakin sedikit daerah hijau dan daerah resapan air karena semakin banyaknya ruang-ruang beton. Apalah lagi jika pembangunan jalan tersebut dibarengi dengan pembangunan gedung-gedung pencakar langit untuk memenuhi dahaga kaum jetset dan orang berpunya untuk memilki koleksi prestise berupa property. Serta semakin menjamurnya pusat-pusat hedonisme dan hiburan yang melupakan bahwa bumi Jakarta sudah semakin renta.
1354172780311022523
Banjir di depan Ancol-Jakarta Utara (Dok. Pribadi)
Solusi ekstrim untuk masalah banjir dan macet adalah dengan menekan pertumbuhan pembangunan fisik dan pertumbuhan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat hingga ketitik paling rendah. Tetapi permasalahannya apakah akan ada eksekusi terhadap hal tersebut ?, jika kemudian setelah kalkulasi pendapatan dari pertumbuhan tersebut akan mempengaruhi pendapatan daerah Jakarta secara signifikan.
Artinya jika tarik ulur antara pemerintah dan pengusaha diantara kepentingan mengejar pendapatan daerah dari kedua pertumbuhan tersebut atau menyelamatkan Jakarta dari kemacetan total yang telah diprediksi akan terjadi, serta serbuan dari dalam tanah karena air laut yang tersedot semakin jauh ke darat.
13541744101345651458
Pompa Air di Depan Mall Mangga Dua-Jakarta Utara (Dok. Pribadi)
Kita lihat saja apakah pemangku amanah jabatan Gubernur Jakarta saat ini akan melakukan tindakan ekstrim dalam kurun waktu masa jabatan 5 tahun kedepan. Sehingga penyelamatan Jakarta bisa dilakukan lebih awal, agar di usianya yang semakin renta ini bisa menikmati masa ketenangan.

Fase Awal Politik Pemerintahan Jokowi atau Pemerintahan JK?

Kelompok kerja (pokja) pemerintahan transisi Jokowi-JK sudah hampir rampung menyelesaikan tugasnya. Pokja pemerintahan Transisi Jokowi –JK ini secara krusial telah menentukan cetak biru quo vadis tata kelola pemerintahan Jokowi JK selama 5 tahun kepemimpinannya kedepan. Tradisi baru dalam alih kekuasaan politik di negara ini – sekaligus merupakan Fase awal politik pemerintahan Jokowi – JK tersebut, telah berhasil merumuskan matrikulasi mengenai model, struktur dan karakter serta kriteria pejabat publik yang akan mengisi pos sebagai pembantu Jokowi – JK sebagai menteri.

Dan kemarin, (15/9) sambil cengengesan, Presiden terpilih Jokowi dalam konferensi pers-nya telah menetapkan postur pemerintahan kabinetnya yang akan bekerja selama 5 tahun kedepan setelah ia resmi di lantik 20 Oktober 2014 mendatang.
Persoalannya, apakah fase krusial yang telah terbentuk tersebut sejatinya telah mencerminkan implementasi atas konsistensi idealitas visi politik Jokowi seperti yang pernah diretorikakan kepada publik pada saat merebut hati rakyat ? Jawaban atas pertanyaan itu memang mungkin terlalu dini untuk di justifikasi dalam konteks menimbang secara kritis atas sejumlah pernyataan Jokowi yang sepertinya “berdamai” dengan Jusuf Kalla yang mengedepankan realitas politik ketimbang bertahan dengan pakem dramaturgi pencitraan personal melalui statement politik selama ini. Atau mungkinkah keputusan mengenai komposisi Kabinet pemerintahan Jokowi tersebut merupakan salah satu indikator bahwa sejatinya legitimasi personal Jokowi amat lemah. Ia terbukti hanya ditopang oleh dramaturgi pencitraan politik yang pada akhirnya sembrono karena lemahnya retorika yang diproduksi lewat berbagai statement yang mengidentifikasi politik marginal personal Jokowi yang secara persuasif telah berhasil menarik simpati rakyat secara instan – sehingga memenangkan kontestasi pilpres.
Dalam perpektif itulah di fase politik awal pemerintahan Jokowi – JK ini, wajar apabila publik harap-harap cemas dengan apa yang telah diputuskan Jokowi terkait postur Kabinet yang telah menetapkan 34 menteri dengan komposisi 18 menteri berasal dari kalangan profesional dan 16 menteri dari kalangan parpol itu. Dengan penyebutan komposisi profesional dan dari kalangan parpol itu saja, sejatinya publik sudah bisa menilai bahwa apa yang dilakukan oleh pokja transisi yang telah menyodorkan cetak biru mengenai Zaken Kabinet malah diametral dengan apa yang diputuskan oleh Jokowi-JK.
Dalam konteks itulah sejumlah catatan kritis harus menjadi telaah bagi publik untuk menilai pemerintahan baru ini secara obyektif. Tentu, Politik waktu (timing politics) akan mengurai sejauhmana konsistensi pemikiran yang telah menjadi retorika politik Jokowi – JK pada saat kampanye, juga berujung pada efektifitas jalannya pemerintahan dengan mengacu kepada asumsi trilogi kepentingan politik. Yaitu pemikiran ideologis partai pengusung yang dimotori oleh PDIP dengan otoritas sikap Megawati sebagai Ketua Umum, pemikiran pragmatis Jusuf Kalla dan kompetensi pemikiran Jokowi sendiri sebagai presiden.
Catatan kritis tersebut antara lain terkait soal fakta empiris tentang kabinet ramping dan statement tentang koalisi tanpa syarat yang direkam publik dari pernyataan Jokowi pada saat kampanye dan pasca keputusan kemenangannya dalam kontestasi pilpres kemarin. Fakta bahwa ternyata postur kabinet Jokowi relatif sama secara kuantitatif dengan pemerintahan SBY, public akhirnya kecewa bahwa sejak awal statement politik tentang kabinet ramping adalah hanya pepesan kosong belaka. Bahwa kemudian Kabinet Jokowi adalah kabinet tanpa syarat juga akhirnya hanyalah retorika irrasional dan pepesan kosong. Ternyata kabinet sudah di kapling untuk disediakan oleh kalangan parpol. Walaupun dalam konteks ini, kita tidak menafikan fakta tentang masalah kompetensi baik yang berasal dari kalangan profesional maupun dari kalangan parpol, namun matrikulasi komposisi tersebut sejatinya telah menegasikan gambaran riel tentang harapan diisinya putra-putri terbaik di pos kementerian. Ia hanya disediakan “terbatas” dengan komposisi yang “dipaksa” secara politik dengan jumlah yang telah ditentukan. Yakni 18 menteri dari luar parpol dan 16 menteri berasal dari parpol sebagai hadiah dukungan politik (koalisi). Bahkan diduga pula bisa jadi nantinya 18 menteri yang awalnya profesional itu lambat laun bergabung di salah satu partai penguasa.
Catatan kritis berikutnya adalah mengenai berhasilnya Jusuf kalla yang diduga mampu memberikan ruang pemikiran yang lebih adaptif dan bisa diterima oleh kepentingan partai koalisi. Seperti diketahui, sejak awal JK – lah yang kerap menetralisir lemahnya gagasan dan visi Jokowi, khususnya terkait kapasitas statement politik Jokowi mengenai masalah postur dan tata kelola pemerintahan kedepan. Kredibilitas dan eksistensi-personality JK mampu mengambil peran yang lebih realistis sehingga terkesan mampu “menjinakkan” gagasan ideal Jokowi dalam menjalankan pemerintahan 5 tahun kedepan. Terlepas apakah visi JK inheren dengan Jokowi dan apakah sesuai dengan keinginan rakyat, JK terlihat mampu mengubah cara pandang Jokowi. Misalnya soal percepatan kenaikan harga BBM di awal pemerintahannya nanti dan soal penolakannya tentang gagasan pengunduran diri menteri dari jabatan parpol yang diusung Jokowi. Beberapa indikator tersebut menunjukkan bahwa JK berhasil mengambil peran Jokowi tentang independensi dan hak prerogatifnya sebagai presiden dalam menyusun pejabat kementerian.
“Kemenangan” awal JK ini tentu juga perlu dicermati dalam konteks yang lebih luas nantinya sepanjang jalannya pemerintahan Jokowi 5 tahun kedepan. Secara kritis hal tersebut juga menjadi cerminan politik waktu Jokowi. Apakah yang bersangkutan benar-benar legitimate sebagai presiden dimata parpol koalisinya, terlebih-lebih dimata rakyat yang mendukungnya. Atau sebaliknya, fase awal ini sudah mulai membuktikan, sekaligus menegaskan siapa sejatinya the real President ?

Meskipun Musiman, Bisnis Jas Hujan Tetap Menggiurkan

HUJAN adalah salah satu musuh terbesar pengendara sepeda motor. Maklum, pakaian bisa basah kuyup kalau hujan turun. Karena itu, banyak pengendara motor menyiapkan jas hujan agar tidak sampai basah kuyup saat hujan turun. 
Kalau ingin benar-benar terlindung dari hujan, sekarang ada pilihan jas hujan model jaket plus celana. Tapi, wanita yang mengenakan rok tentu tidak bisa menggunakan jas hujan model ini.
Rupanya, Nurdin Urbayani melihat peluang bisnis dari kondisi ini. Pengusaha jas hujan ini lantas mendesain jas hujan yang bisa digunakan wanita yang mengenakan rok. Nama, jas hujan itu adalah RCW, kependekan dari rain coat wanita.
“Tahun ini adalah tahun kedua kami memperkenalkan jas hujan berupa jaket dan rok untuk wanita,” jelas Nurdin Urbayani, Direktur Utama dan juga pemilik PT Trijaya Plastik Utama, produsen jas hujan merek Elephant. Trijaya membuat jas hujan untuk wanita ini karena melihat ada permintaan di pasar.
Nurdin bilang, selama ini, banyak wanita yang mengenakan jilbab enggan memakai jas hujan yang dilengkapi celana panjang. Untuk memenuhi kebutuhan ini, pada 2008, Trijaya memproduksi jas hujan berupa jaket plus bawahan rok yang bertali serut.
Pengusaha asal Solo tersebut bilang, jas hujan model ini justru lebih simpel dan tidak merepotkan saat mengendarai sepeda motor. “Produk ini juga tetap menonjolkan sisi feminim,” cetusnya. Untuk lebih memberi kesan feminim, Trijaya Plastik menawarkan tiga pilihan warna lembut yang banyak disukai wanita, yakni warna merah muda, hijau, dan ungu.
Ketahanan jas hujan wanita ini tidak berbeda dengan jas hujan model lainnya. Nurdin menjamin usia jas hujan ini cukup lama dan air tidak akan tembus. “Saya jamin jas hujan bisa dipakai sampai tiga kali musim hujan,” sahut Nurdin setengah berpromosi.
Nurdin menggunakan bahan plastik jenis poly vinyl chloride (PVC) yang teksturnya halus tetapi kuat. Ia mengaku mengambil plastik jenis itu dari pabrik PVC .
Nurdin membanderol RCW seharga Rp 340.000 per lusin, atau sekitar Rp 28.000 per potong. Tapi di tingkat eceran,  biasanya harga RCW naik jadi sekitar Rp 30.000 sampai Rp 40.000 per potong.  Produk RCW ini ternyata memiliki banyak peminat.
Kini, Trijaya Plastik mampu memproduksi sekitar 2.000 potong jas hujan sehari, termasuk RCW. Nurdin mengaku, omzet Trijaya per hari mencapai sekitar Rp 56 juta. Dari situ, Trijaya memperoleh margin keuntungan sekitar 10%-15%.
Nurdin menilai, peluang di bisnis jas hujan masih besar, khususnya di bisnis jas hujan untuk wanita. Apalagi, saat ini, pemainnya tidak banyak. Nurdin mengklaim, ia adalah satu-satunya produsen yang membuat jas hujan khusus wanita. “Saya lebih leluasa untuk memasarkan produk saya karena saya pemain satu-satunya,” katanya.
Meski demikian, bisnis jas hujan ini termasuk bisnis musiman. Permintaan jas hujan bakal membeludak saat musim hujan tiba. Biasanya, sekitar dua bulan sebelum musim hujan tiba, penjualan mulai meningkat.
“Bulan September ini sudah mulai banyak yang pesan,” papar Nurdin. Penjualan akan menanjak tajam di pertengahan musim hujan, yaitu sekitar Januari, dan mulai berkurang di Maret.
Namun saat masuk musim kemarau, permintaan jas hujan turun tajam. Menurut Nurdin, selama enam bulan musim kemarau, produk yang terjual sangat sedikit. Karena itu, biasanya Nurdin menggunakan masa kemarau untuk mempersiapkan produksi dan menambah persediaan untuk mengantisipasi penjualan di musim hujan selanjutnya.